Sejarah Olahraga Anggar Di Indonesia
0 6 min 4 dys

Sejarah Olahraga Anggar Di Indonesia – Anggar adalah seni bela diri yang menggunakan senjata.Ini berkembang sebagai olahraga seni dan budaya dengan senjata, menekankan keterampilan teknis seperti menggunakan ketangkasan manual untuk memotong, menusuk, dan menghindari senjata lawan.

Sejarah Olahraga Anggar Di Indonesia

 

Sejarah Olahraga Anggar Di Indonesia

Sejarah olahraga anggar di Indonesia
zeora – Penjajah Belanda adalah orang pertama yang memperkenalkan pagar ke Indonesia.

Saat itu, ada dua jenis pagar: pertarungan dan olahraga.

Kemampuan bermain anggar dalam pertempuran sangat diperlukan bagi seluruh prajurit Hindia Belanda yang menggunakan kerewan (pedang) atau bayonet. Anggar sekarang menjadi olahraga populer di kalangan bintara, perwira, dan pelajar.

Tentara Hindia Belanda bahkan mendirikan sekolah militer untuk melatih instruktur pendidikan jasmani seperti instruktur anggar dan instruktur renang.

iklan

Website Bahan Susu Nutrisi Susu UHT
Setelah Indonesia merdeka, para guru anggar mendirikan perkumpulan anggar.

Mereka menyebarkan ilmu anggarnya ke beberapa daerah Tanah Air, antara lain Sumatera Utara, Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

Upaya para instruktur anggar pendiri olahraga anggar di tanah air ini dikembangkan lebih lanjut oleh para penerusnya. Perkembangan selanjutnya, olahraga anggar diperkenalkan pada Pekan Olahraga Nasional pertama pada tahun 1948, dan perlombaan dimulai pada Pekan Olahraga Nasional kedua di Jakarta pada tahun 1951.

Sejak saat itu, olahraga anggar selalu diadakan pada Pekan Olahraga Nasional setiap tahunnya.

 

Baca Juga : Pengertian Tentang Olahraga Padel 

 

Tentunya setiap cabang olahraga mempunyai teknik bermain yang harus dipatuhi. Berikut beberapa teknik anggar.

1. Terima kasih sebelumnya (salam)
Rasa hormat adalah salah satu prioritas sebelum pemain anggar memulai pertandingan, baik itu melatih rekan tanding atau pertandingan resmi.

Penghormatan dilakukan setelah atlet berdiri tegak di atas meja anggar.

Rasa hormat dicapai melalui langkah-langkah berikut:

Ujung pedang awalnya terletak di bagian bawah depan, orang yang tidak kidal menunjuk ke ujung kaki kanannya, dan orang yang kidal menunjuk ke ujung kaki kirinya.
Ayunkan pedang dengan tangan ditekuk sehingga bilahnya berada di depan wajah dan ujung pedang mengarah ke atas.
Masker anggar atau pelindung wajah dipasang di sisi tubuh. Rasa hormat ditunjukkan kepada banyak orang, termasuk wasit dan penonton, dan bahkan di antara para pemain.
2. Posisi berdiri (berjaga-jaga)
Saat berdiri, tumit kaki depan dan belakang berada pada satu garis lurus.

Badan berdiri dengan kaki terbuka lebar, jarak antara kaki depan dan belakang 15 inci, membentuk sudut 90 derajat.

Selanjutnya, angkat lengan dan sejajarkan dengan bahu kiri hingga lengan bawah membentuk sudut 90 derajat. Kemudian, tekuk pergelangan tangan Anda, biarkan tangan Anda sedikit terbuka, dan arahkan ke arah lawan.

3. Prosedur
Ada dua jenis langkah:

maju (satu langkah maju)
Bergerak maju berarti melangkah maju dengan kaki kanan dan segera melangkah keluar dengan kaki kiri.

Kemajuan dapat digunakan sebagai gerakan pemain anggar untuk memperoleh keuntungan dan memperluas peluang serangan, atau untuk memprovokasi serangan lawan.

mundur (mundur)
Mundur dengan mengangkat telapak kaki ke belakang tanpa menarik, jaga jarak yang sama dengan kaki depan. Baca juga: 3 Teknik Dasar Bulu Tangkis Beserta Penjelasan Detailnya: Posisi Raket, Gerak Kaki, Teknik Pukulan

4. Menyerang (terjang)
Tindakan ini diawali dengan merentangkan lengan yang memegang pedang, menjulurkan ujung pedang, dan mengarahkannya untuk menusuk suatu bagian tubuh lawan.

 

Baca Juga : 10 Instrumen Tradisional Jepang Yang Harus Anda Ketahui

Bersamaan dengan memegang pedang, rentangkan kaki lurus ke depan, pastikan tumit depan menyentuh tanah terlebih dahulu.

5. Langkah (gerak kaki)
Mobilitas penting bagi pemain anggar, jadi kombinasi gerak kaki memerlukan analisis dan konsentrasi tingkat tinggi. Kombinasi gerak kaki meliputi gerakan maju atau mundur dengan tujuan meminimalkan jarak ke lawan dan mengukur jangkauan.

6. Tangkisan ( Tangkisan )
Paring dapat digambarkan sebagai gerakan bertahan di mana Anda memblokir serangan lawan dengan pedang Anda untuk mencegah pedang menyentuh area mana pun di tubuh Anda.

7. Penghindaran (penarikan diri)
Gerakan mengelak membutuhkan lengan yang fleksibel dipadukan dengan gerakan pedang. Seperti namanya, ini merupakan teknik yang digunakan untuk menghindari serangan musuh.

Untuk menggunakan pagar, Anda perlu menggunakan beberapa peralatan untuk menghindari cedera:

Masker (pelindung wajah).
sarung tangan.
Jaket terbuat dari bahan yang tahan lama dan berwarna putih (untuk pemain epee atau foil, baju pemain terbuat dari logam).
pedang anggar. jenis pedang anggar
Ada tiga jenis pedang:

1.Bunga (foil)
Pedang yang ramping, fleksibel, dan ringan dengan ujung datar atau bulat, tumpul, dan dilengkapi pegas.

Dapat dinaikkan dan diturunkan saat digunakan dengan berat 500 gram. Perlindungan tangan Floret kurang dari epee atau saber.

Ujungnya digunakan untuk menusuk, dan bagian bawah pedang digunakan untuk menangkis dan mendorong. Baca juga: Mana yang Lebih Baik: Makanan Sebelum Latihan atau Setelah Latihan?
2. Pedang (Sabel)
Pedang tersebut berbentuk segitiga tidak tajam, bagian atasnya menjadi pipih seperti parang kecil, ujungnya melengkung sehingga tidak lancip, dan beratnya 500 gram.

3. Epee (Epee)
Epee adalah pedang melengkung berbentuk segitiga, tebal di bagian pangkal, lebih tipis dari samping hingga ujung, dan agak keras. Pedang ini memiliki ujung datar berisi pegas dan pelindung tangan yang besar, beratnya sekitar 750-770 gram, dan bagian bawah pedang digunakan untuk menangkis dan ujungnya untuk menusuk.